Jatinom adalah nama suatu kecamatan di Kabupaten Klaten sekaligus kota pusat pemerintahannya. Jatinom terletak pada jalur utama yang menghubungkan antara Klaten dan Boyolali . Jatinom terdiri dari 16 desa dan 1 kelurahan. Beberapa desa di Jatinom mempunyai catatan sukses di bidang pertanian, khususnya budidaya jeruk, pada tahun 80-an hingga awal 90-an. Wabah penyakit CVPD yang menyerang Indonesia menghancurkan semua tanaman jeruk. Beberapa desa yang pernah mengalami masa keemasan jeruk adalah Gedaren, Cawan, Glagah, Tibayan, Bengking, Beteng, Temuireng, Bengking, Mranggen, Kayumas dan Jemawan. Di Jatinom setiap bulan Sapar dalam penanggalan Jawa atau Islam diadakan "SEBARAN APEM" atau Yaqowiyyu. Tradisi ini dilaksanakan pada hari Jumat di bulan Sapar yang berada di dekat masjid besar Jatinom. Orang Jatinom biasa menjadikan momen ini sebagai ajang bersilahturahmi ke sanak saudara, sehingga dapat dikatakan sebagai Lebarannya orang Jatinom. Pada saat itu, setiap rumah membuat kue apem, yang nantinya disajikan kepada tamu yang datang. Tradisi ini konon bermula dari cerita tentang Ki Ageng Gribig yang ingin memberikan kue apem kepada muridnya, tetapi jumlahnya hanya sedikit sehingga agar adil maka kue apem tersebut dilemparkan ke muridnya untuk dibagi. Dari Jatinom anda dapat melihat pemandangan gunung Merapi dan Merbabu yang sejajar. Di kecamatan Jatinom terdapat sumber mata air bawah tanah yang dingin dan jernih yang dapat digunakan untuk mandi. Selain itu Anda dapat melihat deretan gua yang letaknya di dekat sungai. Gua di sana tidak ada stalaktitnya. Biasanya gua tersebut ramai dikunjungi pada bulan Sapar. Desa/kelurahan 1. Bandungan 2. Bengking 3. Beteng 4. Bonyokan 5. Cawan 6. Gedaren 7. Glagah 8. Jatinom 9. Jemawan 10. Kayumas 11. Krajan 12. Mranggen 13. Pandeyan 14. Puluhan 15. Randulanang 16. Socokangsi 17. Temuireng 18. Tibayan
Jatinom adalah nama suatu
BalasHapuskecamatan di Kabupaten Klaten
sekaligus kota pusat
pemerintahannya. Jatinom terletak
pada jalur utama yang
menghubungkan antara Klaten
dan Boyolali .
Jatinom terdiri dari 16 desa dan 1
kelurahan. Beberapa desa di
Jatinom mempunyai catatan sukses
di bidang pertanian, khususnya
budidaya jeruk, pada tahun 80-an
hingga awal 90-an. Wabah
penyakit CVPD yang menyerang
Indonesia menghancurkan semua
tanaman jeruk. Beberapa desa
yang pernah mengalami masa
keemasan jeruk adalah Gedaren,
Cawan, Glagah, Tibayan, Bengking,
Beteng, Temuireng, Bengking,
Mranggen, Kayumas dan Jemawan.
Di Jatinom setiap bulan Sapar
dalam penanggalan Jawa atau
Islam diadakan "SEBARAN APEM"
atau Yaqowiyyu. Tradisi ini
dilaksanakan pada hari Jumat di
bulan Sapar yang berada di dekat
masjid besar Jatinom. Orang
Jatinom biasa menjadikan momen
ini sebagai ajang bersilahturahmi
ke sanak saudara, sehingga dapat
dikatakan sebagai Lebarannya
orang Jatinom. Pada saat itu,
setiap rumah membuat kue apem,
yang nantinya disajikan kepada
tamu yang datang. Tradisi ini
konon bermula dari cerita tentang
Ki Ageng Gribig yang ingin
memberikan kue apem kepada
muridnya, tetapi jumlahnya hanya
sedikit sehingga agar adil maka
kue apem tersebut dilemparkan ke
muridnya untuk dibagi.
Dari Jatinom anda dapat melihat
pemandangan gunung Merapi dan
Merbabu yang sejajar. Di
kecamatan Jatinom terdapat
sumber mata air bawah tanah
yang dingin dan jernih yang dapat
digunakan untuk mandi. Selain itu
Anda dapat melihat deretan gua
yang letaknya di dekat sungai.
Gua di sana tidak ada stalaktitnya.
Biasanya gua tersebut ramai
dikunjungi pada bulan Sapar.
Desa/kelurahan
1. Bandungan
2. Bengking
3. Beteng
4. Bonyokan
5. Cawan
6. Gedaren
7. Glagah
8. Jatinom
9. Jemawan
10. Kayumas
11. Krajan
12. Mranggen
13. Pandeyan
14. Puluhan
15. Randulanang
16. Socokangsi
17. Temuireng
18. Tibayan